Langkah Hukum Jika Suami Tidak Menafkahi Isteri
Sumber foto: di sini
Selamat Malam Bapak Boris Tampubolon, Saya Indri dari Surabaya. Suami saya sudah 1 tahun ini tidak pernah lagi menafkahi saya dan anak-anak. Padahal dia tidak sedang dalam kekurangan. Dia juga sudah jarang pulang, alasannya harus mengurus usahanya yang ada di luar kota. Saya tidak tahu apa yang sesungguhnya terjadi dengan dia. Pertanyaannya, saya ingin dia menafkahi saya dan anak-anak saya. Secara hukum apa yang bisa lakukan terhadap suami saya agar dia bertangggung jawab ?
Jawaban
Terima Kasih atas pertanyaannya dan kami turut prihatin atas kejadian yang menimpa keluarga Anda. Semoga permasalahan ini cepat selesai.
Secara hukum ada dua hal yang bisa dilakukan. Pertama, secara perdata yaitu mengajukan gugatan nafkah terhadap suami Anda. Kedua, secara pidana yaitu melaporkan suami anda ke polisi karena telah melakukan penelantaran terhadap keluarga.

 

I. Gugatan Nafkah
Pada prinsipnya, adalah kewajiban suami untuk melindungi isterinya dan memberikan segala sesuatu keperluan hidup berumah tangga yang mana di dalamnya termasuk kewajiban suami sebagai kepala keluarga untuk memberikan nafkah kepada isteri dan anak-anaknya (lihat Pasal 34 ayat 1 UU No. 1 tahun 1974 tentang Perkawinan/UUP).
Jika suami tidak melaksanakan kewajiban tersebut maka menurut hukum, isteri dapat mengajukan gugatan nafkah ke Pengadilan. Dasar hukumnya Pasal 34 UUP berbunyi :
“Jika suami atau isteri melalaikan kewajibannya masing-masing dapat mengajukan gugutan kepada Pengadilan”.
Perlu dipahami, Gugatan nafkah ini tidak ada hubungannya dengan gugatan cerai. Dengan kata lain, Gugatan nafkah bisa diajukan isteri terhadap suami tanpa harus bercerai/mengajukan gugatan cerai.
II. Penelantaran Keluarga
Tindakan suami anda yang tidak menafkahi Anda dan anak-anak bisa dikategorikan sebagai tindak pidana penelantaran dalam rumah tangga sebagaimana diatur dalam Pasal 49 UU No. 23 tahun 2004 tentang Penghapusan Kekerasan Dalam Rumah Tangga (UU PKDRT). Karena ini merupakan perbuatan pidana maka Anda bisa melaporkan suami Anda ke polisi.
Yang dimaksud dengan penelantaran dalam lingkup rumah tangga adalah “melakukan penelantaran kepada orang yang menurut hukum yang berlaku baginya atau karena perjanjian dia wajib memberikan kehidupan, perawatan atau pemeliharaan kepada orang tersebut” (lihat Pasal 9 UU PKDRT).
Sedang, Pasal 49 UU PKDRT mengatakan setiap orang yang melakukan penelantaran dalam rumah tangga dipidana dengan pidana penjara paling lama 3 (tiga) tahun atau denda paling banyak Rp15.000.000,00 (lima belas juta rupiah). Begitu juga dengan UU No. 23 tahun 2002 tentang Perlindungan Anak bisa digunakan untuk menjerat suami Anda.
Namun, adalah lebih baik jika permasalahan ini diselesaikan secara kekeluargaan, dan semoga ada penyelesaian yang baik untuk kebaikan semua.
Sekian jawaban kami. Semoga bermanfaat.
 
Dasar Hukum:
  • Undang-Undang No. 1 tahun 1974 tentang Perkawinan
  • Undang-Undang No. 23 tahun 2004 tentang Penghapusan Kekerasan Dalam Rumah Tangga
  • Undang-Undang No. 23 tahun 2002 tentang Perlindungan Anak.
Ini Langkah Hukum Jika Suami Tidak Menafkahi Isteri

6 thoughts on “Ini Langkah Hukum Jika Suami Tidak Menafkahi Isteri

  • August 8, 2017 at 3:38 am
    Permalink

    Utk masalah sprti ini kemana sy harus melapor mengingat sy dan suami berbeda domisili. Apakah ke kepolisian tempat tinggal saya atau tempat tinggal suami dan apakah laporan sprti ini benar2 akan ditindak lanjuti? tks

    Reply
  • September 16, 2017 at 9:14 am
    Permalink

    Selamat sore bapak boris tampubolon, jika seorang ayah tidak pernah menafkahi anak dan istrinya. Malah yang lebih bekerja keras adalah istrinya,dan dia keseharian nya hanya main sampai larut malam dan tidur saja. Dan anaknya tidak mendapatkan kasih sayang dari seorang ayahnya. Dan juga main perempuan,apa yang harus dilakukan pak? Jika sudah ditempuh dengan secara kekeluargaan dia tidak berubah

    Reply
    • September 24, 2017 at 1:58 pm
      Permalink

      secara hukum, anda bisa melaporkan ke polisi, atau menggugat cerai

      Reply
  • November 19, 2017 at 8:53 am
    Permalink

    Selamat sofe pak boris tampubolon. Jika seorang istri telah menggugat cerai dan melaporkan suami atas dasar penelantaran serta tidak menafkahi keluarga dikarenakan perempuan lain. Apakah setelah proses perceraian suami masih memiliki kewajiban untuk memberikan nafkah kepada anak-anakny hingga dewasa pak?

    Reply
    • November 20, 2017 at 3:58 am
      Permalink

      ia mantan suami masih wajib memberi nafkah untuk anak-anaknya. Namun tidak untuk mantan isteri.

      Reply

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

mautic is open source marketing automation