Sumber foto: di sini
Sumber foto: di sini
Teman saya meminjam uang kepada saya dengan jaminan perhiasannya (gadai). Saya sudah berkali-kali mengingatkan dia untuk membayar utangnya tapi dia tidak juga membayar utangnya. Saya ingin menjual sendiri barang jaminan dia tersebut dan mengambil hasilnya untuk melunasi utangnya. Apakah hal tersebut dibenarkan oleh hukum?
 
Jawab :
Intisari:
Menjual barang jaminan tanpa izin kreditur tidak dibenarkan dan dapat dikategorikan sebagai tindakan penggelapan sebagaimana diatur dalam pasal 372 KUHP.
Menjual barang jaminan perhiasan (gadai) tanpa izin kreditur tidak dibenarkan oleh hukum, kecuali ada izin dari debitur atau kedua belah pihak telah sepakat sebelumnya.
Menjual barang jaminan tanpa izin bisa dikategorikan sebagai penggelapan sebagaimana diatur dalam Pasal 372 KUH Pidana. Hal ini ditegaskan dalam Yurisprudensi Mahkamah Agung No. 618K/PID/1984 tanggal 17 April 1985, yang kaidah hukumnya berbunyi:
“penjualan barang-barang jaminan milik saksi oleh terdakwa tanpa izin saksi tersebut merupakan penggelapan”
Cara “penjualan” barang jaminan (gadai) debitur untuk pelunasan utang debitur yang dibenarkan hukum  yaitu Pertama, meganjukan permohonan eksekusi melalui pengadilan (lihat Pasal 1156 KUHPerdata)[1]. Kedua, eksekusi melalui atas kekuasaan sendiri melalui kantor pelelangan umum[2]. Ketiga, eksekusi melalui penjualan di bawah tangan (menjual sendiri) asalkan sebelumnya, sudah disepakati atau mendapat izin debitur.[3]
Sekian semoga bermanfaat.
BACA JUGA:  3 Cara Mengeksekusi Tanah (Benda) Yang Menjadi Jaminan Utang
Dasar Hukum:
  • Kitab Undang-Undang Hukum Perdata
  • Yurisprudensi Mahkamah Agung No. 618K/PID/1984 tanggal 17 April 1985
[1] Pasal 1156 KUHPerdata: “Dalam segala hal, bila debitur atau pemberi gadai Ialai untuk melakukan kewajibannya, maka debitur dapat menuntut lewat pengadilan agar barang gadai itu dijual untuk melunasi utangnya beserta bunga dan biayanya, menurut cara yang akan ditentukan oleh Hakim, atau agar hakim mengizinkan barang gadai itu tetap berada pada kreditur untuk menutup suatu jumlah yang akan ditentukan oleh hakim dalam suatu keputusan, sampai sebesar utang beserta bunga dan biayanya.”
[2] Pasal 1155 KUHPerdata: “Bila oleh pihak-pihak yang berjanji tidak disepakati lain, maka jika debitur atau pemberi gadai tidak memenuhi kewajibannya, setelah lampaunya jangka waktu yang ditentukan, atau setelah dilakukan peringatan untuk pemenuhan perjanjian dalam hal tidak ada ketentuan tentang jangka waktu yang pasti, kreditur berhak untuk menjual barang gadainya dihadapan umum menurut kebiasaan-kebiasaan setempat dan dengan persyaratan yang lazim berlaku, dengan tujuan agar jumlah utang itu dengan bunga dan biaya dapat dilunasi dengan hasil penjualan itu. Bila gadai itu terdiri dan barang dagangan atau dan efek-efek yang dapat diperdagangkan dalam bursa, maka penjualannya dapat dilakukan di tempat itu juga, asalkan dengan perantaraan dua orang makelar yang ahli dalam bidang itu.”
[3] Ibid.
Bolehkah Langsung Menjual Barang Jaminan Debitur (Berutang) Tanpa Izin Debitur?

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

mautic is open source marketing automation