Sumber
Selamat Siang Bapak Boris Tampubolon. Kami adalah perusahaan developer. Kami mencantumkan dalam perjanjian jual beli rumah dengan customer bahwa bila customer terlambat membayar akan dikenakan bunga sebesar 5%. Pertanyaan saya apakah itu sudah tepat secara hukum? Saya minta jawaban bapak selaku Advokat dan Konsultan Hukum yang berpengalaman. Terimakasih. -Kevin L, Surabaya-
Jawaban:
Intisari:
Secara hukum, dalam perjanjian jual beli tidak tepat bila mencantumkan bunga untuk keterlambatan pembayaran. Sebab dalam jual beli tidak mengenal bunga. Sehingga tidak bisa dituntut di kemudian hari.
Dasar hukumnya, Putusan Mahkamah Agung No. 1061 K/Sip/1975 yang kaidah hukumnya menyatakan:
Dalam jual beli tidak ada persoalan bunga, maka tuntutan Pengggat mengenai bunga 6 % sebulan karena keterlambatan pembayaran oleh Tergugat sebagai pembeli tidak dapat dikabulkan
Jadi berdasarkan penjelasan di atas, secara hukum, dalam perjanjian jual beli tidak tepat bila mencantumkan bunga untuk keterlambatan pembayaran. Sebab dalam jual beli tidak mengenal bunga. Sehingga tidak bisa dituntut di kemudian hari.
Baiknya Anda mencantumkan klausul “denda keterlambatan” dalam perjanjian jual beli, bukan bunga. Jadi misalnya pembeli akan dikenakan denda sebesar (Rp…………..) setiap hari atau bulan bila terlambat melakukan pembayaran rumah.
Bila masih ada yang ingin ditanyakan/dikonsultasikan terkait persoalan ini dan/atau memerlukan bantuan hukum silahkan hubungi kami di 0812 8426 0882 atau email boristam@outlook.com atau datang ke kantor kami di  Dalimunthe&Tampubolon Lawyers (silahkan diklik) 
Bisakah Dalam Perjanjian Jual Beli Menuntut Bunga Bila Pembeli Terlambat Bayar?

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Open chat
Tell us your case, Now!
Konsultasi lebih lanjut atau memerlukan Pendampingan Hukum? Chat Sekarang..