Sumber foto
Selamat malam Bapak Pengacara/Advokat Boris Tampubolon, ada sebidang tanah yang menurut kami itu adalah hak kami, tapi kemudian tanah tersebut diketahui sudah bersertifikat atas nama penjual dan dijual belikan lagi di hadapan PPATK. Pertanyaan saya, bila kami ingin menggugat apakah orang yang namanya tecantum di sertifikat (penjual) tersebut harus ikut digugat atau cukup Kantor Pertanahan, dan lain-lain saja yang digugat? Apakah dengan tidak digugat orang yang tercantum namanya disertifikat membuat gugatan kami menjadi kurang pihak?
Jawaban
Intisari:
Orang yang namanya tercantum dalam sertifikat tersebut tidak harus ikut digugat, hal tersebut tidak menjadikan gugatan anda kurang pihak. Namun tidak masalah juga bila orang yang namanya tercantum di sertifikat juga ikut digugat. Sebab lebih baik pihaknya lebih dari pada kurang.
Hal ini sebagaimana ditegaskan dalam Surat Edaran Mahkamah Agung No. 10 Tahun 2020 Tentang Pemberlakuan Rumusan Hasil Rapat Pleno Kamar Mahkamah Agung Tahun 2020 Sebagai Pedoman Pelaksanaan Tugas Bagi Pengadilan (SEMA 10/2020), menyatakan:
“Gugatan terhadap kepemilikan tanah yang sudah bersertifikat atas nama penjual, jual beli mana dilaksanakan di hadapan PPAT, maka penggugat yang tidak menarik penjual sebagai pihak bukan merupakan gugatan yang kurang pihak”
Sehingga jelas bahwa orang yang namanya tercantum dalam sertifikat (penjual) tersebut tidak harus ikut digugat, hal tersebut tidak menjadikan gugatan anda kurang pihak. Namun tidak masalah juga bila orang yang namanya tercantum di sertifikat juga ikut digugat. Sebab lebih baik pihaknya lebih dari pada kurang.
Bila masih ada yang ingin ditanyakan/dikonsultasikan lebih lanjut atau memerlukan bantuan hukum silahkan hubungi kami di 0812 8426 0882 atau email boristam@outlook.com atau datang ke kantor kami di Dalimunthe & Tampubolon Lawyers (silahkan diklik)
Si Penjual Tanah Tidak Ikut Digugat, Apakah Gugatan Kurang Pihak?

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *